The first I knew
you at the time that I love you and love you more than anything. but why do you
hurt me? if I do not deserve you? What I did was not the best for you? maybe just
me me
pagalam
Rabu, 30 Januari 2013
Kamis, 10 Januari 2013
SIFAT KOLIGATIF LARUTAN
Dalam bab
ini akan dibahas sifat koligatif larutan nonelektrolit dan elektrolit serta
penggunaan sifat koligatif untuk menentukan massa molekul relatif (Mr)
suatu zat, serta penggunaan sifat koligatif dalam kehidupan sehari-hari, tetapi
sebelumnya akan dibahas tentang molalitas dan fraksi mol.
1.1 Konsentrasi
Larutan
Konsentrasi larutan
yang dipelajari dalam bab ini adalah molalitas dan fraksi
mol,
sedangkan molaritas sudah dibahas di kelas XI.
A. Molalitas (m)
Molalitas menyatakan
jumlah mol zat terlarut di dalam setiap 1 kg (1.000
gram) pelarut.
Molalitas dapat
dirumuskan: M=gr : mr x 1000:p
(1.1)
dengan: m =
molalitas
n = mol zat
terlarut
p = massa
zat pelarut (gram)
Bila g gram
zat terlarut dilarutkan dalam p gram zat pelarut dengan massa
rumus relatif (Mr),
maka molalitas dapat juga dirumuskan menjadi:
(1.2)
dengan: g =
massa zat terlarut (gram)
p = massa
zat pelarut (gram)
Mr = massa
rumus zat terlarut
C o n t o h 1.1
1. Sebanyak 1,8 gram
glukosa, C6H12O6 dilarutkan ke dalam 100 gram air (Ar C =12,
H = 1, O = 16).
Tentukan molalitas larutan glukosa tersebut!
Jawab: caranya ?
Jadi, molalitas
C6H12O6 = 0,1 m.
2. Tentukan banyaknya
(gram) NaOH yang harus dilarutkan dalam 1 liter air (air =
1,00 g/mL) agar
diperoleh NaOH 0,25 m.
Jawab:
1 L air = 1.000 mL =
1.000 g (karen air = 1,00 g/mL)
mNaOH
0,25
0,25
g = 10 gram
Jadi, banyaknya NaOH
yang diperlukan adalah 10 gram.
3. Tentukan berapa mL
volume air yang diperlukan untuk melarutkan 4,9 gram H2SO4 yang konsentrasinya
0,25 M (Ar H = 1; S = 32; O =16)!
Jawab:
m
0,25
p = 20 gram
(20 mL)
Jadi, volume air = 20
mL.
Kristal NaOH dan KOH
dengan massa yang sama dilarutkan dalam sejumlah pelarut
yang sama pula. Bila Ar
K = 39 dan Na = 23, manakah larutan yang memiliki molalitas
lebih tinggi dari
kedua larutan tersebut?
B. Fraksi Mol (x)
Fraksi mol menyatakan
perbandingan mol suatu zat dengan jumlah mol campuran. Misal a mol zat p
dicampurkan dengan b mol zat q, maka:
(1.3)
(1.4)
xp + xq =
1 (1.5)
Latihan 1.1
1. Sebanyak 90 gram
glukosa, C6H12O6 dilarutkan dalam 360 mL air (Ar C = 12, H = 1, O = 16).
Tentukan fraksi mol masing-masing zat!
Jawa :
= = 0,5 mol
nair = = 20
ol
= = =
= 1 – =
2. Fraksi mol urea,
CO(NH2)2 di dalam air adalah 0,4. Tentukan berapa massa urea dan
air yang terdapat
dalam campuran tersebut?
Jawab:
xurea = 0,4 =
Berarti nurea =
4 mol
nair = 10 – 4 =
6 mol
massa urea = 4 × 60 =
240 gram
massa air = 6 × 18 =
108 gram
3. Berapa fraksi mol
46 gram toluena (C7H8) dan 117 gram benzena (C6H6) dalam larutan?
(Ar C = 12, H
= 1)
Ja wab:
= = 0 5 mol = = 1 5
mo
= =
= 1 – =
Bila a mol HCl
dilarutkan dalam b mol air, kemudian kedua campuran tersebut
ditambahkan sejumlah
air, bagaimana perubahan fraksi mol dari kedua zat tersebut?
1.2 Pengertian Sifat
Koligatif Larutan
Kalau kita
melarutkan suatu zat terlarut dalam suatu pelarut murni, maka
kemungkinan besar
akan terjadi hal-hal sebagai berikut.
1. Pada larutan akan
lebih sukar menguap jika dibandingkan pelarut murninya
C o n t o h 1.2
Latihan 1.2
karena pada larutan
mengalami penurunan tekanan uap akibat adanya partikel
terlarut.
2. Jika dididihkan,
larutan akan mendidih pada suhu yang lebih tinggi jika
dibandingak pelarut
murninya. Akibat adanya partikel terlarut akan terjadi
kenaikan titik didih.
3. Jika dibekukan,
larutan akan membeku pada suhu yang lebih kecil atau
dibawah suhu membeku
pelarut murniya. Akibat adanya partikel terlarut akan
terjadi penurunan
titik beku.
4. Jika larutan
dihubungkan dengan pelarut murninya melewati membran semipermiabel,
maka larutan akan
mengalami volume akibat tekanan osmotik.
Besarnya perubahan
keempat sifat tersebut bergantung pada jumlah partikel
zat terlarut dalam
larutan. Sifat yang hanya bergantung pada jumlah partikel zat
terlarut dan tidak
bergantung pada jenis zat terlarut disebut sifat koligatif larutan.
1.3 Sifat Koligatif
Larutan Nonelektrolit
A. Penurunan Tekanan
Uap Jenuh (P)
Bila kita
mengamati pada peristiwa pe-nguapan, ketika partikel-partikel zat cair
meninggalkan kelompoknya. Bila zat cair disimpan dalam ruang tertutup yang
hampa udara, maka sebagian dari partikel-partikel zat cair akan menguap,
sedangkan zat cair yang telah menjadi uap akan kembali menjadi zat
cair (mengembun).
Tekanan uap yang ditimbulkan pada saat tercapai kondisi kesetimbangan dinamakan
tekanan uap jenuh.
Dari hasil pengukuran
data-data eksperimen ternyata diketahui bahwa tekanan uap jenuh larutan lebih
rendah daripada tekanan uap jenuh pelarut murni, mengapa?
Dalam suatu larutan,
partikel-partikel zat terlarut
akan menghalangi
gerak molekul-molekul pelarut untuk berubah menjadi bentuk gas (uap)(ada interaksi
molekul antra zat terlarut dengan pelarutnya). Oleh karena itu tekanan uap
jenuh larutan lebih rendah daripada tekanan uap jenuh pelarut murni. Makin
lemah gaya tarik-menarik molekul-molekul zat cair, makin mudah zat cair
tersebut menguap, maka makin besar pula tekanan uap jenuhnya. Selisih antara
tekanan uap jenuh pelarut murni dengan tekanan uap jenuh larutan disebut penurunan
tekanan uap jenuh.
P = P°
– P (1.6)
Pengaruh konsentrasi
zat terlarut terhadap penurunan tekanan uap jenuh dapat
dijelaskan dengan hukum
Rault sebagai berikut.
P = xpelarut
·P° (1.7)
Dari persamaan (1.6)
dan (1.7) dapat kita turunkan suatu rumus untuk menghitung
penurunan tekanan uap
jenuh, yaitu:
P = P°
– P
= P° – (xpelarut
·P°)
= P° (1– xpelarut)
P = P°
· xterlarut
1. Tekanan uap jenuh
air pada suhu 100 °C adalah 72 cmHg. Berapa tekanan uap jenuh
larutan urea,
CO(NH2)2 40% pada suhu yang sama, bila diketahui Mr urea = 60 dan
Ar air = 18?
Jawab:
Larutan urea 40% = 40
gram urea dalam 100 gram larutan
= 40 gram urea + 60
gram air
nu ea = = mol
n 2O = = mol
xpela ut = =
P = Po
· xpelarut
= 72 ·
= 60 cmHg
atau...
xair = 1 – =
P = P°
xterlarut
C o n t o h 1.3
Keterangan:
P = penurunan
tekanan uap jenuh
Po =
tekanan uap jenuh pelarut air murni
xterlarut = fraksi
mol zat terlarut
xpelarut = fraksi
mol zat pelarut
= 72
= 12 cmHg
P = P°
– P
= 72 – 12 cmHg
= 60 cmHg
Langganan:
Postingan (Atom)