pagalam

pagalam

Rabu, 26 Desember 2012

SALAM PERPISAHAN

Kini, hatiku tergores kesedihan
Ketika terucap salam perpisahan
Walau air mataku tak berlinang
Bukan berarti suatu kerelaan
Saat-saat langkah terayun
Jarak kita-pun semakin membentang
Akankah semuanya jadi terkenang
Atau hanyut terbawa gelombang
Bahkan mungkin terkubur oleh waktu dan keadaan

Sobat, dalam hatiku ini
Akan tetap membekas suatu kenangan
Kau sungguh baik, supel dan komunikatif
Siapapun mengenalmu pasti akan merindu
Namun untukku, janganlah kau biarkan
Aku terkulai lemas dalam kehampaan
Karena rasa kangenku yang tidak kau harapkan 
 

Kamis, 06 Desember 2012

Manfaat Penghijauan Untuk Kesehatan Manusia

ilustrasi: sfgreendrinks.org
Penghijauan sangat penting untuk bumi yang sudah semakin menua. Banyak sekali manfaatnya bagi kehidupan manusia dan lingkungan. Penghijauan bukan hanya untuk memulihkan,memelihara, dan meningkatkan kondisi alam agar dapat terus berproduksi dan berfungsi secara optimal, baik sebagai pengatur tata air atau pelindung lingkungan. Tapi, melakukan penghijauan juga bermanfaat untuk peningkatan kualitas kesehatan dan keindahan.
Untuk kesehatan manusia, bermacam manfaat dari penghijauan. Misalnya,pohon yang pada siang hari menghasilkan O2 (oksigen) yang sangat diperlukan manusia, dan sebaliknya dapat menyerap CO2 (karbondioksida) yaitu udara kotor hasil gas buangan sisa pembakaran. Jadi secara higienis, pohon sangat berguna untuk kehidupan manusia.
Penghijauan merupakan pelindung; melindungi kita dari kondisi fisik alami, seperti angin kencang, teriknya matahari, debu-debu atau gas lainnya, peredam suara, dan lain sebagainya. Bahkan, penghijauan juga dapat bermanfaat sebagai obat herbal bagi manusia. Tumbuhan banyak mengandung obat, seperti kunyit, kumis kucing, dan sebagainya.
Tanaman-tanaman pada dasarnya akan menyerap air hujan. Dengan demikian, banyaknya kelompok pohon-pohon akan menjadikan daerah sebagai daerah persediaan air tanah yang dapat memenuhi kehidupan bagi manusia dan makhluk lainnya.
Penghijauan ternyata juga dapat mengurangi resiko terjadinya kebakaran. Api yang menyala sendiri tersebut disebabkan tidak ada media yang dapat menahan panas bumi. Jika terjadi kebakaran hutan, maka asapnya akan sangat berpengaruh pada kesehatan manusia. Namun, jika dilakukan penghijauan, maka hawa lingkungan akan menjadi sejuk, nyaman.
Berbagai macam jenis pohon yang ditanam di kota merupakan laboratorium alam, karena dapat dimanfaatkan sebagai tempat belajar mengenal tanaman dari berbagai aspeknya. Nah, banyak sekali kan manfaat penghijauan? Yuk, kita hijaukan bumi kita untuk kelestariannya!

PENGHIJAUAN: Lahan Kritis di Musuk Jadi Target Lokasi Penanaman Pohon

Ilustrasi (JIBI/Harian Jogja/Desi Suryanto)
BOYOLALI – Lahan kritis yang tersebar di sejumlah kecamatan di Kabupaten Boyolali jadi target lokasi penanaman pohon dalam program penghijauan oleh Pemerintah Kabupaten (Pemkab) setempat, menjelang akhir tahun ini. Salah satunya, lahan kritis di Desa Cluntang, Kecamatan Musuk. Melalui aksi penghijauan yang kembali diadakan untuk memenuhi target penanaman 1 juta pohon di Kota Susu, 200.000 bibit pohon ditanam di lahan kritis yang ada di Desa Cluntang tersebut, Rabu (5/12/2012).Kepala Dinas Pertanian, Kehutanan dan Perkebunan (Dispertanhutbun) Kabupaten Boyolali, Bambang Purwadi bibit pohon yang ditanam di lahan kritis di desa itu antara lain jenis sengon, jabon, durian sukun dan petai. Bambang menambahkan 2013 mendatang target menanam 1 juta pohon akan dilaksanakan di 20 desa di sejumlah kecamatan, antara lain Teras, Karanggede, Selo, Musuk, Cepogo dan Ampel melalui program rehabilitasi kebun bibit rakyat. “Gerakan menanam pohon yang kini dilaksanakan sangat tepat karena bersamaan dengan musim penghujan. Dengan demikian, proses perawatannya menjadi lebih mudah,” ungkap Bambang kepada wartawan di Boyolali, Rabu.
Bambang menyebutkan saat ini jumlah pohon yang sudah ditanam di seluruh wilayah Boyolali mencapai 400.000 batang lebih, termasuk yang ditanam di wilayah pelosok. Ketersediaan bibit pohon yang hendak ditanam saat ini menurut dia, sudah cukup. “Ketersediaan bibit pohon ada 2.821.730 batang yang siap ditanam hingga akhir Desember ini,” ungkap dia.
Ketersediaan bibit pohon tersebut selain dari pengadaan dari dana alokasi khusus (DAK) Kehutanan, juga berasal dari sejumlah instansi seperti Balai Taman Nasional Gunung Merbabu, Perum Perhutani, Kebun Bibit Rakyat, maupun dari program corporate social responsibilities (CSR) sejumlah perusahaan dan swadaya masyarakat.
Penanaman dilakukan di lahan pekarangan warga dengan harapan, ke depan masyarakat dapat ikut merawat serta memetik hasil dari pohon-pohon tersebut. “Kami berharap peran serta masyarakat untuk merawat dan memelihara pohon-pohon yang sudah ditanam tersebut karena keberadaan pohon-pohon itu sendiri sangat bermanfaat bagi kepentingan warga setempat, khususnya untuk mencegah terjadinya bencana alam seperti banjir atau tanah longsor,” pungkasnya.